Zackyubaid

Just another WordPress.com weblog

MATERI PBB KULIAH EKSKUL PAK TUTUR March 5, 2010

Filed under: artikel — zackyubaid @ 1:26 am

materi bisa di download di link sebelah kanan halaman ini pada kolom INFORMASI dengan judul MATERI PBB KULIAH EKSKUL PAK TUTUR

 

LATIHAN MENTAL BAGI ATLET ELIT January 19, 2010

Filed under: artikel,latihan mental bagi atlet elit — zackyubaid @ 8:13 pm
Tags:

1.   Mengapa atlet elit perlu latihan mental?

Yang dimaksud dengan atlet elit dalam tulisan ini adalah atlet setaraf atlet nasional yang telah memiliki prestasi dalam olahraga yang ditekuninya. Untuk dapat meningkatkan prestasi atau performa olahraganya, sang atlet perlu memiliki mental yang tangguh, sehingga ia dapat berlatih dan bertanding dengan semangat tinggi, dedikasi total, pantang menyerah, tidak mudah terganggu oleh  masalah-masalah non-teknis atau masalah pribadi. Dengan demikian ia dapat menjalankan program latihannya dengan sungguh-sungguh, sehingga ia dapat memiliki fisik prima, teknik tinggi dan strategi bertanding yang tepat, sesuai dengan program latihan yang dirancang oleh pelatihnya. Dengan demikian terlihatlah bahwa latihan mental bertujuan agar atlet dapat mencapai prestasi puncak, atau prestasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Untuk dapat memiliki mental yang tangguh tersebut, atlet perlu melakukan latihan mental yang sistimatis, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari program latihan olahraga secara umum, dan tertuang dalam perencanaan latihan tahunan atau periodesasi latihan. Seringkali dijumpai, bahwa masalah mental atlet sesungguhnya bukan murni merupakan masalah psikologis, namun disebabkan oleh faktor teknis atau fisiologis. Contohnya: jika kemampuan atlet menurun karena faktor kesalahan teknik gerakan, maka persepsi sang atlet terhadap kemampuan dirinya juga akan berkurang. Jika masalah kesalahan gerak ini tidak segera teridentifikasi dan tidak segera diperbaiki, maka kesalahan gerak ini akan menetap. Akibatnya, kemampuan atlet tidak meningkat, sehingga atlet menjadi kecewa dan lama kelamaan bisa menjadi frustrasi bahkan memiliki pikiran dan sikap negative terhadap prestasi olahraganya.

Demikian juga dengan masalah yang disebabkan oleh faktor fisik. Masalah yang seringkali terjadi adalah masalah “overtrained” atau kelelahan yang berlebihan, sehingga menimbulkan perubahan penampilan atlet yang misalnya menjadi lebih lambat, sehingga atlet tersebut kemudian di’cap’ sebagai atlet yang memiliki motivasi rendah. Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa masalah mental tidak selalu disebabkan oleh faktor mental atau faktor psikologis. Jika penyebab masalahnya tidak terlebih dahulu diatasi, maka masalah mentalnya juga akan sulit untuk dapat diperbaiki. Dengan demikian, jika akan menerapkan latihan mental untuk mengatasi masalah mental psikologis, maka atlet, pelatih maupun psikolog olahraga harus pasti bahwa penyebab masalahnya adalah masalah mental.

2.  Apakah yang diperlukan atlet untuk menjalani latihan mental?

Adanya perubahan tingkah laku, perasaan atau pikiran atlet yang mengganggu si atlet itu sendiri atau mengganggu kelancaran pelatihan atau komunikasi antara atlet dengan orang lain, merupakan salah satu indikasi bahwa atlet tersebut mengalami disfungsi atau masalah psikologis. Namun, sebelum memastikan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh faktor psikologis, perlu secara cermat dianalisis kemungkinan adanya penyebab faktor teknis atau fisiologis. Jika penyebab utamanya ternyata adalah faktor teknis atau fisik, maka faktor-faktor tersebutlah yang perlu dibenahi terlebih dahulu. Masalah mental psikologisnya akan sulit teratasi jika penyebab utamanya tidak ditangani. Setelah dipastikan bahwa seorang atlet mengalami masalah mental psikologis, atau perlu meningkatkan keterampilan psikologisnya, maka kepada atlet tersebut dapat diterapkan latihan mental. Ada tiga karakteristik yang sebaiknya terdapat pada diri atlet yang akan menjalani latihan mental, yaitu:

  1. Si atlet harus mau menjalani latihan mental tersebut. Jika suatu tugas dihadapi dengan sikap positif, maka potensi keberhasilannya akan semakin nyata. Sebaliknya, jika si atlet malas melakukan latihannya, maka kegagalan akan menghadang. Oleh karena itu, si atlet sendiri yang harus memutuskan bahwa ia mau menjalani setiap program latihan sampai selesai, dan harus yakin bahwa latihan tersebut akan membawa manfaat bagi kemajuan prestasinya. Tanpa adanya komitmen tersebut, atau jika atlet merasa terpaksa dalam menjalankan latihannya, maka manfaat dari hasil latihan yang dijalaninya akan sirna.
  2. Atlet harus menjalankan setiap program latihan secara utuh. Keuntungan atau manfaat dari latihan mental hanya akan terasa jika atlet menjalankan seluruh program latihan secara utuh, tidak sepotong-sepotong. Serupa dengan latihan keterampilan fisik, maka proses latihan mental pun harus dilakukan berulang-ulang; karena itu ia memerlukan waktu, usaha, maupun umpan balik dari kemajuan suatu latihan.
  3. Si atlet harus memiliki kemauan untuk menjalani latihan dengan sempurna, sebaik mungkin. Setiap program latihan mental telah dirancang secara terstruktur sehingga seluruh kegiatannya memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Termasuk seluruh penugasan dan evaluasi atau penilaian diri yang harus dilakukan oleh si atlet, merupakan bagian dari program latihan mental yang tidak boleh diabaikan. Latihan mental merupakan suatu proses yang harus dijalani sesuai prosedur, karena itu tidak ada jalan pintas untuk mencapai prestasi dalam olahraga.

3.  Apa sajakah yang tercakup dalam latihan mental?

Aspek-aspek kecakapan mental psikologis (psychological skills) yang bisa dilatih, mencakup banyak hal meliputi aspek-aspek pengelolaan emosi, pengembangan diri, peningkatan daya konsentrasi, penetapan sasaran, persiapan menghadapi pertandingan, dan sebagainya. Bentuk latihan kecakapan mental yang paling umum dilakukan oleh atlet elit adalah:

  • Berfikir positif. Berfikir positif dimaksudkan sebagai cara berfikir yang mengarahkan sesuatu ke arah yang positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berfikir positif dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi dan menjalin kerjasama antara berbagai pihak. Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan.
  • Membuat catatan harian latihan mental (mental log). Catatan latihan mental merupakan catatan harian yang ditulis setiap atlet selesai melakukan latihan, pertandingan, atau acara lain yang berkaitan dengan olahraganya. Dalam buku catatan latihan mental ini dapat dituliskan pikiran, bayangan, ketakutan, emosi, dan hal-hal lain yang dianggap penting dan relevan oleh atlet. Catatan ini semestinya dapat menceritakan bagaimana atlet berfikir, bertindak, bereaksi, juga merupakan tempat untuk mencurahkan kemarahan, frustrasi, kecewa, dan segala perasaan negatif jika melakukan kegagalan atau tampil buruk. Dengan melakukan perubahan pola pikir akan hal-hal negatif tadi menjadi positif, atlet dapat menggunakan catatan latihan mentalnya sebagai “langkah baru” — setelah anda mengalami frustrasi, keraguan, ketakutan, ataupun perasaan berdosa/bersalah – untuk kembali membangun sikap mental yang positif dan penuh percaya diri.
  • Penetapan sasaran (goal-setting). Penetapan sasaran (goal-setting) perlu dilakukan agar atlet memiliki arah yang harus dituju. Sasaran tersebut bukan melulu berupa hasil akhir (output) dari mengikuti suatu kejuaraan. Penetapan sasaran ini sedapat mungkin harus bisa diukur agar dapat melihat perkembangan dari pencapaian sasaran yang ditetapkan. Selain itu pencapaian sasaran ini perlu ditetapkan sedemikian rupa secara bersama-sama antara atlet dan pelatih. Sasaran tersebut tidak boleh terlalu mudah, namun sekaligus bukan sesuatu yang mustahil dapat tercapai. Jadi, sasaran tersebut harus dapat memberikan tantangan bahwa jika atlet bekerja keras maka sasaran tersebut dapat tercapai. Dengan demikian penetapan sasaran ini sekaligus dapat pula berfungsi sebagai pembangkit motivasi.
  • Latihan relaksasi. Tujuan daripada latihan relaksasi, termasuk pula latihan manajemen stres, adalah untuk mengendalikan ketegangan, baik itu ketegangan otot maupun ketegangan psikologis. Ada berbagai macam bentuk latihan relaksasi, namun yang paling mendasar adalah latihan relaksasi otot secara progresif. Tujuan daripada latihan ini adalah agar atlet dapat mengenali dan membedakan keadaan rileks dan tegang. Biasanya latihan relaksasi ini baru terasa hasilnya setelah dilakukan setiap hari selama minimal enam minggu (setiap kali latihan selama sekitar 20 menit). Sekali latihan ini dikuasai, maka semakin singkat waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai keadaan rileks. Bentuk daripada latihan relaksasi lainnya adalah “autogenic training” dan berbagai latihan pernapasan. Latihan relaksasi ini juga menjadi dasar latihan pengendalian emosi dan kecemasan. Latihan relaksasi dapat pula dilakukan dengan bantuan alat seperti “galvanic skin response”, “floatation tank”, dan juga berbagai paket rekaman kaset latihan relaksasi yang mulai banyak beredar di pasaran.
  • Latihan visualisasi dan imajeri. Latihan imajeri (mental imagery) merupakan suatu bentuk latihan mental yang berupa pembayangan diri dan gerakan di dalam pikiran. Manfaat daripada latihan imajeri, antara lain adalah untuk mempelajari atau mengulang gerakan baru; memperbaiki suatu gerakan yang salah atau belum sempurna; latihan simulasi dalam pikiran; latihan bagi atlet yang sedang rehabilitasi cedera. Latihan imajeri ini seringkali disamakan dengan latihan visualisasi karena sama-sama melakukan pembayangan gerakan di dalam pikiran. Namun, di dalam imajeri si atlet bukan hanya ‘melihat’ gerakan dirinya namun juga memberfungsikan indera pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecapan. Untuk dapat menguasai latihan imajeri, seorang atlet harus mahir dulu dalam melakukan latihan relaksasi.
  • Latihan konsentrasi. Konsentrasi merupakan suatu keadaan dimana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu. Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan, tendangan, atau tembakan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan sehingga atlet akhirnya kebingungan, tidak tahu harusbermain bagaimana dan pasti kepercayaan dirinya pun akan berkurang. Selain itu, hilangnya konsentrasi saat melakukan aktivitas olahraga dapat pula menyebabkan terjadinya cedera. Tujuan daripada latihan konsentrasi adalah agar si atlet dapat memusatkan perhatian atau pikirannya terhadap sesuatu yang ia lakukan tanpa terpengaruh oleh pikiran atau hal-hal lain yang terjadi di sekitarnya. Pemusatan perhatian tersebut juga harus dapat berlangsung dalam waktu yang dibutuhkan. Agar didapatkan hasil yang maksimal, latihan konsentrasi ini biasanya baru dilakukan jika si atlet sudah menguasai latihan relaksasi. Salah satu bentuk latihan konsentrasi adalah dengan memfokuskan perhatian kepada suatu benda tertentu nyala lilin; jarum detik; bola atau alat yang digunakan dalam olahraganya). Lakukan selama mungkin dalam posisi meditasi.

4.  Kapan sebaiknya atlet melakukan latihan mental?

Latihan mental dilakukan sepanjang atlet menjalani latihan olahraga, karena seharusnya latihan mental merupakan bagian tidak terpisahkan dari program latihan tahunan atau periodesasi latihan. Latihan-latihan tersebut ada yang memerlukan waktu khusus (terutama saat-saat pertama mempelajari latihan relaksasi dan konsentrasi), namun pada umumnya tidak terikat oleh waktu sehingga dapat dilakukan kapan saja.

Demikian sekilas uraian mengenai latihan mental bagi atlet elit, dengan harapan para atlet, pelatih maupun pembina olahraga semakin menyadari bahwa latihan mental sangat diperlukan untuk mendapatkan prestasi puncak, dan untuk melakukan latihan mental tersebut diperlukan proses dan alokasi waktu tersendiri. Selamat berlatih, semoga sukses mencapai prestasi puncak.

5.  Referensi

Nasution, Y. (2003). Latihan konsentrasi. Bahan diskusi psikologi olahraga bagi pelatih dalam rangka Pelatnas SEA Games tahun 2003.

Nasution, Y. (2007). Psikologi kepelatihan. Makalah dalam rangka Pelatihan Mantan Atlet untuk Menjadi Pelatih Olahraga Tingkat Dasar Tahun 2007.

Rushall, B. (2007). Mental skills training for serious athletes.

http://members.cox.net/brushall/mental/explain.htm yn

http://209.85.175.132/search?q=cache:bwMMJJ0yoPYJ:www.koni.or.id/files/documents/journal/4.%2520Latihan%2520Mental%2520Bagi%2520Atlet%2520Elit%2520Oleh%2520Dra.%2520Yuanita%2520Nasution,%2520M.App.Sc.,%2520Psi.pdf+makalah+psikologi+kepelatihan&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id

 

PINGSAN

Filed under: Uncategorized — zackyubaid @ 6:45 am

Pingsan atau sinkop adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi.

Anda pernah pingsan? Hati-hati. Menurut sebuah studi, seseorang yang pernah mengalami episode pingsan memiliki resiko kematian akibat serangan jantung 1,3 kali lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan apabila riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat! Nah, sekarang Anda boleh menebak, kira-kira apa komentar kebanyakan orang ketika mendengar teman sekantor digosipkan pingsan saat hendak berangkat kerja pada pagi hari?

Lima dari 10 orang mengatakan, ia pingsan karena belum sarapan alias lapar, kurang tidur, dan kecapekan. Sebagian yang lain mengira itu hanya taktik untuk mencari perhatian suaminya yang sudah lama pisah ranjang.

Satu orang berpikir bahwa itu akibat salah minum obat tidur. Dua orang terakhir mengatakan kalau itu gejala lemah jantung. Jadi hampir sebagian besar tidak memikirkan kelainan jantung sebagai masalah utama. Bagaimana menurut Anda?

Mungkin memang Andalah yang benar. Lho, kok bisa? Apa pun jawaban Anda, itu adalah salah satu diagnosis banding yang harus dipikirkan. Karena memang tidak mudah untuk mengetahui penyebab pingsan hanya dari data sekilas info, apalagi gosip. Dan harus dipastikan kalau teman sekantor Anda memang benar-benar pingsan. Banyak peristiwa yang disebut pingsan, tetapi sebenarnya hanya “pingsan”.

Pingsan didefinisikan sebagai gejala hilangnya kesadaran yang mendadak dan sementara, plus kelemahan otot penyangga tubuh yang kembali normal secara spontan. Vertigo alias pusing tujuh keliling yang menyebabkan jatuh, kepala terasa ringan, perasaan lemah “mau pingsan”, kejang- kejang, semua itu tidak bisa disebut pingsan. Bahkan setelah dilakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan penunjang pun, masih ada 34 persen dari pingsan yang digolongkan tak diketahui sebabnya (unknown cause). Mengapa? Karena otak adalah organ yang sangat unik. Otak mengonsumsi oksigen secara terus menerus dan membutuhkan sekitar 3,6 ml oksigen per 100 gram jaringan otak per menit. Dan lagi, otak tidak dapat menyimpan energi. Akibatnya ia tergantung pada kelancaran dan suplai dari pembuluh darah di otak. Ketika aliran darah di otak terganggu, kesadaran akan hilang dalam waktu 10 detik. Ada beberapa mekanisme yang menyebabkan aliran darah di otak terganggu. Pertama, gangguan dari organ yang bertugas memompa darah, yakni jantung. Kedua, gangguan pada pipa penyalurnya, yakni pembuluh darah. Tidak seperti pipa PDAM yang tidak elastis, diameter pembuluh darah bisa melebar dan menyempit. Apabila terjadi penurunan tahanan yang mendadak, diameternya bisa melebar seketika. Akibatnya darah tidak tersalurkan dengan baik ke otak, karena terkumpul di tempat lain. Begitu juga kalau ada sumbatan sementara pada pembuluh darah di otak atau penurunan volume darah tubuh. Semuanya menyebabkan aliran darah ke otak berkurang.

Penyebab
Nah, secara garis besar, penyebab pingsan dibagi menjadi dua. Akibat kelainan jantung (cardiac syncope) dan penyebab bukan kelainan jantung. Pembagian ini sangat penting, karena berhubungan dengan tingkat risiko kematian selanjutnya seperti yang telah disebut di atas.Studi yang sama juga menunjukkan bahwa pada pingsan akibat kelainan jantung, tingkat kematian dalam satu tahun mencapai 18-33 persen. Bandingkan dengan pingsan sebab kelainan bukan jantung yang hanya 0-12 persen. Karena itu, meskipun kelainan jantung hanya mendasari sekitar 20 persen dari keseluruhan kasus pingsan, tetapi sejak awal langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan ada tidaknya kelainan jantung yang mendasari.Bagaimana caranya? Dari wawancara yang baik, pemeriksaan fisik dan elektrokardiografi (EKG), bisa diduga kemungkinan kelainan jantung yang mendasari. Riwayat penyakit jantung apapun sebelumnya, pingsan yang terjadi saat aktivitas ekstra berat, atau malah sebaliknya saat santai dalam posisi tidur, diawali dengan berdebar-debar, sering sesak napas sebelumnya, dan riwayat keluarga meninggal mendadak, semuanya menjurus ke penyebab dari jantung.Apalagi bila didapatkan kelainan jantung dari pemeriksaan fisik dan EKG. Ada dua kelainan jantung yang sering menjadi penyebab pingsan.Pertama adanya hambatan pada aliran darah di pompa jantung. Seperti pada pompa air yang katupnya rusak, fungsi pompa jantung pun bisa terganggu dan volume darah yang dihasilkan menurun.Penurunan jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung ini akan menyebabkan penurunan perfusi otak dan memicu pingsan. Hal ini terjadi pada kondisi penyempitan katup- katup jantung, kelainan otot jantung, penumpukan cairan di selaput jantung, tumor dalam jantung, dan lain-lain.
Kedua adalah gangguan irama jantung (aritmia). Bayangkan apabila irama jantung tiba-tiba melambat. Tentu saja terjadi penurunan aliran darah di otak. Begitu pula jika ia memompa terlalu cepat. Pengisian ruang-ruang jantung menjadi tidak maksimal, dan kekuatan pompa menurun drastis. Contoh melambatnya irama adalah sick sinus syndrome (SSS).

Pada SSS terjadi kerusakan sinus, suatu titik dengan otoritas tertinggi dari jantung yang bertugas mengatur irama jantung. Kerusakan ini bisa terjadi akibat proses menua, penurunan pasokan oksigen, atau infeksi. Apabila si jendral pengatur sakit, maka ada beberapa saat di mana irama jantung melambat atau malah terlalu cepat. Saat jantung berhenti berdetak beberapa saat itulah pingsan menjelma.

Karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui seberapa besar risiko jadinya gangguan irama jantung pada seseorang yang mengalami episode pingsan. Adanya riwayat penyakit jantung koroner, gagal jantung, kelainan katup, pemakaian alat pacu jantung atau kelainan jantung bawaan memperkuat dugaan bahwa penyebab pingsan berasal dari kelainan jantung. Begitu juga faktor lain seperti hipertensi, diabetes, dan riwayat anggota keluarga dengan penyakit jantung atau meninggal mendadak. Perlu dipikirkan juga gangguan irama jantung yang disebabkan obat-obatan jantung yang dikonsumsi.

Pingsan dengan kecurigaan akibat kelainan jantung memerlukan pemeriksaan lanjutan. Konsultasi dengan dokter jantung sangat mendesak. Ekhokardiografi, monitor EKG, dan pemeriksaan elektrofisiologi mungkin diperlukan untuk memastikan diag-nosa dan menentukan terapi selanjutnya.

Bukan Jantung

Bagaimana bila dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik dan EKG tidak mengarah ke kelainan jantung? Maka langkah diagnostik akan ditujukan pada sebab lain. Pingsan bisa disebabkan oleh mekanisme vasovagal (vasovagal syncope) atau disebut neurocardiogenic syncope. Prosesnya terjadi akibat stimulasi berlebihan dan keliru dari sistem saraf vagus (saraf ke-10), yang mengakibatkan respon penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dengan atau tanpa berkurangnya frekuensi denyut jantung. Tiadanya riwayat penyakit jantung, pingsan yang berulang-ulang, terdapat episode kepala terasa ringan, pandangan kabur dan mual muntah 1-2 menit sebelumnya mengarahkan pada pingsan jenis ini. Contohnya pada kondisi stres emosional, nyeri yang sangat, berdiri terlalu lama, aktivitas di lingkungan yang terlalu panas, batuk, serta saat buang air kecil dan besar. Pingsan jenis ini juga terjadi akibat terlalu pekanya sinus karotis pada leher hingga merangsang reflek saraf vagus, misalnya pada penggunaan baju dengan kerah yang terlalu ketat. Hipotensi ortostatik, suatu kondisi penurunan tekanan darah dengan perubahan posisi, menjadi salah satu sebab terbanyak dari pingsan. Terutama pada usia muda dan tanpa riwayat penyakit jantung. Saat kita berdiri, lebih dari 0,5 liter darah berpindah ke perut dan kaki. Seharusnya tubuh merespon penurunan volume darah tersebut dengan meningkatkan kontraktilitas otot jantung, penambahan frekuensi denyut jantung, dan peningkatan tahanan pembuluh darah. Proses menua, diabetes, gagal ginjal, alkohol, infeksi, kekurangan vitamin B12, dan obat-obat tertentu menganggu proses adaptasi tersebut. Apalagi bila didapatkan penurunan volume cairan tubuh seperti pada kondisi diare, atau peningkatan dosis obat anti hipertensi. Kemungkinan penyebab pingsan yang lain masih sangat banyak. Kelainan pembuluh darah di otak yang menyebabkan sumbatan sementara bisa memunculkan gejala awal sebagai pingsan. Penurunan kadar gula darah, kekurangan oksigen, dan hiperventilasi yang ditandai napas cepat dan dalam yang biasanya berhubungan dengan faktor psikologis juga menjadi pemicu pingsan.

Pertolongan Pertama

Apa yang harus dilakukan bila teman sekantor anda pingsan lagi di kantor? Berikut tips pertolongan pertamanya. Baringkan penderita di lantai atau tempat tidur dengan posisi kepala miring. Apabila terjadi di lapangan upacara, carilah tempat yang teduh. Tinggikan tungkainya kurang lebih 20 cm. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar. Pastikan bahwa jalan napasnya terbuka, napasnya lancar, dan denyut nadinya teraba kuat dan teratur.

Setelah ia membaik, sarankan untuk menemui dokter keluarga atau ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat. Tetapi bila dalam waktu 10 menit penderita belum mulai sadar, segeralah panggil ambulan atau dokter. Nah, lepas dari semua mekanisme yang sampai sekarang belum jelas benar, adalah sangat perlu untuk tidak menganggap sepele kejadian pingsan pada seseorang. Risiko kematian yang tinggi pada pingsan akibat kelainan jantung perlu disingkirkan terlebih dulu, hingga terapi yang tepat bisa diberikan sejak dini. Apabila ternyata jantung oke-oke saja, bukankah hati lebih tenang?

Beberapa Alasan Mengapa Seseorang Mudah Pingsan

Mereka yang mudah pingsan kerap dianggap lemah jantung. Apalagi jantungnya sering berdebar-debar. Padahal memakai baju dan kerah ketat pun bisa berdampak buruk. Penyebab kejadian seseorang mudah pingsan bisa disebabkan karena jantung yang kurang beres dan juga beberapa faktor dari luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun faktor risiko penyakit jantung serta usia yang masih muda.

Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung diketahui lebih disebabkan karena adanya hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.

Pingsan berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi. Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun. Untuk mengatasi penurunan tersebut, timbul refleks normal berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung untuk mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.

Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.

Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi justru mulai mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, lebih baik kita langsung jongkok, duduk, atau mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali, apalagi kalau ditambah dengan minuman segar. Sebaliknya, kalau kita harus menolong orang yang pingsan, sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini. Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar.

Untuk mencegah terjadinya keadaan mudah pingsan yang bukan karena kelainan jantung dapat dilakukan dengan berolahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai. Kalau pingsan yang jelas disebabkan oleh kelainan jantung, diajurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang lebih tepat.

 

KRAM

Filed under: artikel,kram — zackyubaid @ 6:39 am
Tags:

Hampir sebagian kita pernah merasakan kram otot. Saat kram, otot tiba-tiba terasa tegang, nyeri hebat, dan sulit digerakkan. Jangankan untuk melangkah, untuk berdiri pun sulit. Kadang-kadang, penderita sampai meraung-raung kesakitan. Demikian nyerinya kram otot!

Tidak diketahui pasti bagaimana kram bisa timbul. Ada yang mengatakan karena penumpukan asam laktat, ada yang menyebut suplai darah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhan sebagai biang, ada juga yang menyalahkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.

Kram adalah suatu kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba. Sehingga menimbulkan rasa sakit terhadap otot tersebut. Rasa kram biasa terjadi ketika badan kita dingin seperti ketika berenang atau juga bisa terjadi ketika berkemah atau camping. Ternyata, jantung kita pun juga dapat mengalami kram. Dah tahu dong rasanya kram? Terus, kalau jantungnya yang kram gimana coba? Tentunya kita jangan remehkan kram dan harus segera menangani kram tersebut agar rasa kram tidak semakin menjalar. Penanganan terhadap keram adalah bila kita kram sewaktu berenang, keluarkan dulu badan dari kolam renang dan luruskan kaki yang keram dan lakukan senam dasar seperti cium lutut (jika yang kram betis). Jika mengalami kram perut, lakukan gerakan relaksasi. Tapi intinya jangan remehkan kram.

  • Penyebab kram ada beberapa, yaitu :
  1. Kurang pemanasan saat akan berolahraga.
  2. Kelelahan akibat penggunaan otot yang terus menerus.
  3. Berolahraga pada cuaca panas.
  4. Kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit.
  5. Cedera otot.
  6. Kekurangan vitamin, misalnya tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan piridoksin (B6).
  • Walaupun kram otot dapat hilang sendiri, tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk meringankan kram :
  1. Otot yang kram diregangkan.
  2. Pemijitan pada otot yang kram.
  3. Kompres air hangat.
  4. Minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
  • Agar tidak terkena kram otot, atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian kalinya, sebaiknya lakukan :
  1. Pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang melibatkan otot. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya.
  2. Minum lebih banyak cairan, terutama yang mengandung elektrolit, saat berolahraga.
  3. Olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu, kemudian berangsur-angsur lebih berat.

Jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama (menggunakan otot jari), selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan peregan

 

DISLOKASI PADA TULANG

Filed under: artikel,dislokasi pada tulang — zackyubaid @ 6:35 am
Tags:

1. PENGERTIAN

Dislokasi adalah keluarnya bongkol sendi dari mangkok sendi, Keadaan dimana tulang-tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara anatomis (tulang lepas dari sendi) (brunner&suddarth), Keluarnya (bercerainya)kepala sendi dari mangkuknya, dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera. (Arif Mansyur, dkk. 2000).

2. PENYEBAB

Dislokasi terjadi saat ligarnen rnamberikan jalan sedemikian rupa sehingga tulang berpindah dari posisinya yang normnal di dalam sendi. Dislokasi dapat disebabkan oleh faktor penyakit atau trauma karena dapatan (acquired) atau karena sejak lahir (kongenital). Patah tulang di dekat sendi atau mengenai sendi dapat menyebabkan patah tulang di­sertai luksasi sendi yang disebut fraktur dis­lokasi. ( Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 1138).

a)      Cedera olah raga biasanya menyebabkan dislokasi adalah sepak bola dan
hoki, serta olahraga yang beresiko jatuh misalnya: terperosok akibat bermain ski, senam, volley, basket dan pemain sepakbola paling sering mengalami dislokasi pada tangan dan jari-jari karena secara tidak sengaja menangkap bola dari pemain lain.

b)      Trauma yang tidak berhubungan dengan olah raga benturan keras pada sendi saat kecelakaan motor biasanya menyebabkan dislokasi, terjatuh dari tangga atau terjatuh saat berdansa diatas lantai yang licin.

c)      Patologis: terjadinya ‘tear’ ligament dan kapsul articuler yang merupakan kompenen vital penghubung tulang

d)     Gambaran klinik nyeri terasa hebat. Pasien menyokong lengan itu dengan tangan sebelahnya dan segan menerima pemeriksaan apa saja. Garis gambar lateral bahu dapat rata dan, kalau pasien tak terlalu berotot suatu tonjolan dapat diraba tepat di bawah klavikula.

e)      Patofisiologi. Dislokasi biasanya disebabkan oleh jatuh pada tangan. Humerus terdorong kedepan, merobek kapsul atau menyebabkan tepi glenoid teravulsi. Kadang-kadang bagian posterolateral kaput hancur. Mesti jarang prosesus akromium dapat mengungkit kaput ke bawah dan menimbulkan luksasio erekta (dengan tangan mengarah ;lengan ini hampir selalu jatuh membawa kaput ke posisi da bawah karakoid)

f)       Pemeriksaan X-Rays. Sinar –X pada bagian anteroposterior akan memperlihatkan bayangan yang tumpah-tindih antara kaput humerus dan fossa Glenoid,Kaput biasanya terletak di bawah dan medial terhadap terhadap mangkuk sendi

g)      Komplikasi dini cedera saraf: saraf aksila dapat cedera; pasien tidak dapat mengkerutkan otot deltoid dan mungkin terdapat daerah kecil yang mati rasa pada otot tesebut

3. TANDA-TANDA DISLOKASI:

a) Dislokasi sendi rahang. Terjadi karena menguap atau tertawa terlalu lebar, terkena pukulan keras ketika rahang sedang terbuka.

Penanggulangan

Rahang ditekan kebawah dengan mempergunakan ibu jari yang sudah dilindungi balutan, ibu jari tersebut diletakkan pada geraham paling belakang, tekanan tersebut harus mantap tetapi pelan-pelan bersamaan dengan penekanan jari-jari yang lain mengangkat dagu penderita keatas. Tindakan dikatakan berhasil bila rahang tersebut menutup dengan cepat dan keras. Untuk beberapa saat penderita tidak boleh membuka mulut lebar

b) Dislokasi sendi bahu, tanda-tanda korban yang mengalami Dislokasi sendi bahu yaitu: Sendi bahu tidak dapat digerakakkan, korban mengendong tangan yang sakit dengan yang lain, korban tidak bisa memegang bahu yang berlawanan, kontur bahu hilang, bongkol sendi tidak teraba pada tempatnya

Penanggulangan

  • Teknik Hennipen secara perlahan dielevasikan sehingga bongkol sendi masuk kedalam mangkok sendi. Pasien duduk atau tidur dengan posisi 450, siku pasien ditahan oleh tangan kanan penolong dan tangan kiri penolong melakukan rotasi arah keluar (eksterna) sampai 900 dengan lembut dan perlahan, jika korban merasa nyeri, rotasi eksterna sementara dihentikan sampai terjadi relaksasi otot, kemudian dilanjutkan. Sesudah relaksasi eksterna mencapai 900 maka reposisi akan terjadi, jika reposisi tidak terjadi, maka;
  • Teknik Stimson pasien tidur tengkurap, kemudian tangan yang dislokasi digantung tempat tidur diberi beban 10-15 pound selama 30 menit biasanya akan terjadi reposisi jika tidak berhasil dapatditolong dengan pergerakan rotasi dan kemudian interna.
  • Dislokasi sendi panggul, tanda-tanda klinis terjadinya dislokasi panggul: Kaki pendek dibandingkan dengan kaki yang tidak mengalami dislokasi kaput femur dapat diraba pada tanggul. Setiap usaha menggerakkan pinggul akan mendatangkan rasa nyeri

3. TANDA-TANDA DISLOKASI:

  • Dislokasi congenital: Terjadi sejak lahir akibat kesalahan pertumbuhan.
  • Dislokasi patologik: Akibat penyakit sendi dan atau jaringan sekitar sendi. misal­nya tumor, infeksi, atau osteoporosis tulang. Ini disebabkan oleh kekuatan tulang yang berkurang.
  • Dislokasi traumatic: Kedaruratan ortopedi (pasokan darah, susunan saraf rusak dan mengalami stress berat, kematian jaringan akibat anoksia) akibat oedema (karena mengalami pengerasan). Terjadi karena trauma yang kuat sehingga dapat mengeluarkan tulang dari jaringan disekeilingnya dan mungkin juga merusak struktur sendi, ligamen, syaraf, dan sistem vaskular. Kebanyakan terjadi pada orang dewasa.
  • Dislokasi biasanya sering dikaitkan dengan patah tulang / fraktur yang disebabkan oleh berpindahnya ujung tulang yang patah oleh karena kuatnya trauma, tonus atau kontraksi otot dan tarikan.
 

HEAT STROKE

Filed under: artikel,heat stroke — zackyubaid @ 6:29 am
Tags:

Heat stroke adalah kedaruratan medis akut yang disebabkin oleh kegagalan mekanisme pengaturan panas tubuh. Biasanya cerjadi selama keadaan panas, terutaina ketika diikuti oleh kelembanan yang tinggi. Seseorang dengan risiko ini adalah mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan iklim panas, lansia, mereka yang tidak dapat merawat diri sendiri, mereka dengan penyakit kronik dan kelemahan, mereka yang mendapat pengobatan tertentu (tranquilizer utama, antikolinergik, diuretik, penyekat beta-adrenergik). Heat stroke karena aktivitas arau latihan dalam suhu panas dan kelembapan ekstrem, dapat juga menyebabkan kematian. Tipe heat stroke ini tenjadi pada individu yang sehat selama olahraga atau aktivitas kerja kedka teijadi hipertermia karena ketidakadekuatan penghilangan panas.

Pertimbangan Gerontologik.

Kebanyakan kernatian yang berkaitan dengan panas teijadi pada lansia karena sistem sirkulasi mereka tidak mampu mengkompensasi stress yang ditimbulkan oleb panas.

Pengkajian.

Heat stroke menyebabkan cedera termal pada tingkat sel dan menyebabkan kerusakan luas pada jantung, hati, ginjal dan koagulasi darah. Riwayat pasien menunjukkan terpajan pada peningkatan suhu atau latihan berlebihan pada saat panas yang ekstrem. Pada saat mengkaji pasien, gejala yang adalah: disfungsi sistem saraf pusat yang dalam (dimanifestasikan dengan konfusi, delirium, tingkah laku aneh, koma); peningkatan suhu tubuh (40,60C atau lebih); kulit panas, kering, biasanya anhidrosis (tidak ada keringat),takipnea, dan takikardi.

Diagnosa keperawatan nieliputi tidak efektif termoregulasi yang berhubungan dengan ketidakmarnpuan mekanisme homeostatik tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Tujuannya adalah menurunkan suhu tinggi secepat mungkin, karena mortalitas langsung berhubungan dentan durasi hipertermia. Penanganan simultan berfokus pada stabiitasi oksigenasi melalui ABC pendukung hidup dasar.

Berikut tingkatan dehidrasi :

  1. Heat Disorder yaitu kumpulan gejala yang berhubungan dengan kenaikan suhu tubuh, antisipasi dengan cukup minum saja.
  2. Heat Stress mengakibatkan kekurangan cairan tubuh, seperti : exhaustion, terasa panasa dan tidak nyaman, karena dehidrasi, tekanan darah turun, menurun tingkat konsentrasi, ada beberapa yang disertai halunisasi ringan.
  3. Heat Cramps adalah spasme otot yang menyebabkan gejala pusing dan mual, disebabkan cairan dengan eletrolit yang rendah, masuk ke dalam otot, akibat banyak cairan tubuh keluar melalui keringat, sedangkan penggantinya hanya air tanpa elektrolit yang mencukupi.
  4. Heat Stroke disebabkan  kegagalan bekerja susunan syaraf pusat, minum biasa tanpa elektrolit dalam mengatur pengeluaran keringat, suhu tubuh dapat mencapai 40º C.
  • Tips untuk mencegah heat stroke sebagai berikut :

1)      Minumlah minimal 2 gelas air putih atau minuman rendah gula 15 menit sebelum melakukan aktifitas. Air yang dipilih sebaiknya yang mengandung 6 % gula (untuk 100 ml air tambahkan 1 sendok the madu atau 5 gr gula pasir).

2)      Jangan minum soft drink seperti sprite, fanta, coca cola, dan lain-lain karena mengandung glukosa dan maltodekstrin yang justru menghambat penyerapan air yang kita konsumsi.

3)      Saat tiba di lokasi tujuan disarankan minum air dengan kandungan gula 7% (untuk 200 ml. air: tambahkan 3 sendok teh madu atau 15 g. gula) ditambah sejumput garam. Minumlah air dengan kadar potasium tinggi jika aktivitas cukup lama, bingung atau ribet siapin aja ORALIT atau POCARI SWEAT.

4)      Minuman energi biasanya merupakan minuman suplemen yang mengandung konsentrat gula sebesar 7% (artinya 7 gr gula untuk 100 ml. Air). Tapi ini bervariasi tergantung mereknya. Lihatlah komposisinya untuk mengetahui apakah gula yang ada sesuai dengan aktivitas touring yang Anda lakukan, apakah perlu dicampur dengan air putih atau tidak (agar konsentrasi gula tidak terlalu pekat).

Penanganan Kedaruratan

  1. Lepaskan pakaian pasien
  2. Turunkan suhu inti (internal) sampal dengan 390C secepat mungkin. Gunakan satu atau lebih tindakan sebagai berikut :
    1. Gunakan pakaian dingin dan handuk atau usap busa dengan air dingin kontinu
    2. Taruh es pada kulit sambil menyemprot dengan air biasa.
    3. Gunakan Selimut Pendingin
    4. Bilas lambung atau kolon dengan salin es yang mungkin diresepkan jika suhu tidak turun
    5. Masase pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan niempertahankan vasodilatasi kutan selarna prosedur pendinginan
    6. Posisikan kipas angin listrik sehiugga menghembus pada pasien untuk menambah pembuangan panas dengan konveksi dan evaporasi
    7. Pantau secara konstan suhu pasien dengan menggunakan probe termistor pada rektum atau esofagus (pantau suhu inti); hindari hipotermia,. hipertermia mungkin teijadi kembali secara spontan dalam 3-4 jam.
    8. Pantau pasien dengan cermat terhadap tanda vital, EKG, tekanan vena sentral dan perubahan tingkat kesadaran derigan perubahan cepat dalarn suhu tubuh, kejang mungkin diikuti dengan hipertermia berulang.
    9. Berikan oksigen untuk menyuplai kebutuhan jaringan yang meningkat karena kondisi hipemetabolik. Bantu intubasi pasien dengan cuf selang endotrakea dan pasang pada ventilator jika perlu untuk rnendukung kegagalan sistem kardiorespiratori.
    10. Mulal infus IV langsung untuk meagganti cairanyang hilang dan memelihara sirkulasi adekuat, berikan dengan pelan karena bahaya dan cedera miokardia dan suhu yang tinggi dan fungsi ginjal yang -kurang baik. Pendinginan dengan memberikan cairan dan perifer ke pusat.
    11. Ukur haluaran urine, tubular nekrosis akut adalah komplikasi dan heat stroke

10.  Berikan perawatan pendukung sesuai ketentuan :

11.  Dialisis untuk gagal ginjal

12.  Antikonvulsan untuk kontrol kejang

13.  Kalium untuk hipokalemia dan natrium bikarbonat wink mengoreksi asidosis metabolik.Teruskan memantau EKG untuk kcmungkinan infark miokard, infark miokard,dan disritmia.

14.  Lakukan serial uji untuk gangguan perdarahan (koagulopati inravaskular diseminata) dan enzim serum untuk mengukur cedera hipoksia suhu pada hati dan jaringan otot.

15.  Masukkan pasien ke unit perawatan intensify. Mungkin ada kerusakan hati, jantung, dan susunan pusat.

Pertimbangan Perawatan di Rumah

1)      Nasihatkan pasien untuk menghindari terpaan pada suhu tinggi, hipersensitivitas pada suhu tinggi mungkin terjadi dalam lama waktu yang dapat dipertimbangkan.

2)      Tekankan pentingnya memelihara masukan cairan yang adekuat, menggunakan pakaian kendur, dan mengurangi aktivitas dalam cuaca panas.

3)      Nasihatkan atlet untuk memantau kehilangan cairan, mengganti cairan, dan menggunakan pendekatan berangsur untuk pengkondisian fisik, yang memungkin­kan cukup waktu untuk menyesuaikan dengan iklim.

4)      Ajak lansia yang lemah yang hidup dalam lingkungan desa dengan suhu lingkungan tinggi ke tempat di mana ada pengaturan udara (mall tempat belanja, perpustakaan, masjid)

Cara Mengobati Heat Stroke

BAHAN:

100 gr kacang hzjau

15 gr kulit jeruk

gula secukupnya

CARA MEMBUAT:

Rebus kacang hijau hingga matang, kemudian masukkan kulit jeruk dan diamkan sebentar hingga kulit jeruk matang, lalu tambahkan gala secukupnya, aduk hingga rata, angkat. Siap untuk dihidangkan.

 

CIDERA YANG SERING TERJADI PADA OLAHRAGA PANAHAN

Olahraga panahan bukanlah termasuk tipe olahraga body contact, jadi sangat minim sekali terjadi cidera. Namun demikian ada saja resiko terjadi cidera antara lain cidera pada otot bisep, trisep dan lengan. Pada otot bisep dan trisep terjadi cidera akibat otot tertarik atau Kram (Strains). Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya adalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut.

Adapun penyebab terjadinya cidera tersebut adalah:

  1. Kurangnya pemanasan (stretching)
  2. Kontraksi otot yang berlebihan/terlalu sering (over use)
  3. Ketika terjadi kontraksi, otot belum siap
  4. Beban yang berlebihan (over load)
  5. Tekhnik yang salah

Jika terjadi cidera seperti diatas adapun cara yang dianjurkan adalah dengan RICE. RICE adalah Rest, yaitu mengistirahatkan anggota tubuh kita yang terkena cedera agar tidak menambah luas cedera tersebut. Ice, yaitu memberikan kompres dingin pada bagian tubuh yang terkena cedera dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit dan dingin akan membantu menghentikan perdarahan. Compression, yaitu memberikan balutan tekan pada nggota tubuh yang cedera dengan tujuan untuk mengurangi pembengkakan. Elevation, yaitu meninggikan anggota tubuh yang cedera untuk mengurangi pembengkakan .

Bila dengan usaha tersebut tidak menolong, segera periksakan ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan dan pengobatan lebih baik