Zackyubaid

Just another WordPress.com weblog

PETUALANGAN YANG MENYERAMKAN January 19, 2010

Filed under: artikel,petualangan yang menyeramkan — zackyubaid @ 3:56 am
Tags:

Pada hari sabtu tanggal 5 Juli saya dan empat orang teman saya pergi camping kesebuah pulau di laut jawa, dari kejauhan pulau tersebut nampak bagai seonggok rumput yang terapung di sumudra biru nusantara, mamang pulau tersebut masih perawan dari jamahan tangan manusia.
Suasana seram langsung terasa ketika kaki mengginjak pasir putih disepanjang pantai, tak ketinggalan seluruh penghuni pulau termasuk kera, burung, dan beberapa hewan lain menyeruak seolah berkata “Mau apa kalian kesini?” Dengan pandangan yang penuh curiga tertuju pada kami, mereka terus mengawasi setiap langkah pijiakan kaki kami, suasana semakin mencekam seiring dengan semakin jauhnya perjalanan kami kedalam rimbunnya pepohonan yang menjulang tinggi kelangit, saya berkata dalam hati “SUBHANALLAH maha besar ALLAH yang menciptakan alam semesta beserat isiny yang beraneka raga ini”. Tak lama kemudian tibalah disebuah danau kecil dan disamping danau itu terdapat padang runpur yang tak terlalu luas, kami memutuskan untuk mejadikannya basecamp, tak buang-buang waktu kami pun segera mendirikan tenda sebagai tampat berlindung dari kerasnya pulau ini. Beberapa saat kemudian sang surya pun enggan bersinar lagi, langit pun sedikit demi sedikit menjadi gelap menambah kesan angker pulau ini. Demi keselamatan, kami membatasi agar tidak pergi terlalu jauh dari tenda.
Dingin munyusup kedalam jaket tebal kami merasuk hingga ke tulang, kami memutuskan untuk berkumpul dan membuat api unggun untuk menguir hawa dingin ini, benar saja ketika api mulai melahap ranting-ranting pohon yang kami kumpulkan hawa dingin itu seakan-akan lari terbirit-birit meninggalkan kami. Tak lama kemudian terdengar suara aneh yang kami pikir tidak ada dihutan ini, rasa penasaran pun muncul dibenak kami ingin mengetahui apakah gerangan? Kami pun mencari sumber bunyi tersebut, kami berjalan menembus gelapnya malam, terlihat secercah cahaya nampak didepan kami kemudian kami pun bergegas menuju cahaya tersebut. Kami pun kaget bercampur takut dan ketidak percayaan terhadap yang baru saja kami lihat, betapa tidak kaget? Hutan yang selama ini kami anggap tak berpenghuni ternyata tinggal sekelompok suku yang bisa dibilang primitif karena tak sehelai benang pun menutupi tubuh mereka alias bugil. Kami pun mengawasi apa yang sedang mereka lakukan digelapnya malam ini, tak lama kemudian kami sedikit mengerti tentang apa yang mereka lakukan, ternyata mereka sedang melakukan upacara adat. Mereka nampak bernyanyi menggunakan bahasa yang tidak kami mengerti sambil berjalan mengelilingi unggun, dan yang menjadi pertanyaan dalam hati kami, siapakah sesosok yang diikat pada sebuah pohon yang tidak terlalu besar? Mengapa dia diikat? Mau diapakan dia?
Tak lama berselang dua orang dengan memegang tombak menghampiri dan melepaskan ikatannya kemudian mereka membawanya kedekat api unggun setelah itu seseorang bertongkat dan daun pengikat kepala bak mahkota raja mendekat ke orang yang diikat tadi, sambil berkata-kata yang sama sekali tidak kami mengerti. Betapa kagetnya kami ketika ia mengambil sebuah parang yang terselip dipinggangnya, dengan cepat ia menyabetkan parang tersebut kearah leher orang yang terikat tadi, tak ayal kepala orang tadi putus dan mengelinding ke tanah. Rasa penasaran pun semakin kuat tentang siapa orang yang diikat tersebut? Dan apa salah nya sehingga ia mengalami nasib yang begitu tragis?
Hati bertambah ngiris ketika beberapa orang menghampiri tubuh tak berkepala tersebut, dengan cekatan mereka memotong-motong tubuh tersebut menjadi beberapa bagian kemudian mereka membagikan potongan-potongan tubuh tersebut kepada semua orang yang ada disana, setelah itu mereka menusukkan sebatang ranting kepotongan tubuh tersebut dan dijulurkannya ranting yang ujungnya ada segumpal daging manusia tadi kearah unggun yang membara, tak lama kemudian tanpa rasa ragu mereka melahap daging tersebut.
Sejak itu kami sadar telah masuk ke daerah yang salah dan berbahaya, disamping banyak binatang buas juga tinggal suku yang masih sangat primitif yang tak segan-segan memakan dari jenisnya sendiri (kanibal). Kami pun dengan sangat hati-hati bergegas meninggalkan mereka menuju tenda kami sambil berharap fajar segera tampak di ufuk timur agar kami bisa meninggalkan pulau yang sangat menyeramkan ini. Hati sedikit lega ketika kami sampai di tenda tanpa mereka ketahui, kami pun segera mematiakan unggun yang tadi sempat kami buat agar tidak menarik perhatian meraka, dengan rasa ketakutan yang amat sangat kami langsung tidur dan berdo’a agar mereka tidak mengetahui keberadaan kami disini.
Akhirnya sang surya pun muncul seakan memberi asa pada kami untuk selamat. Tanpa buang-buang waktu, kami segera melipat tenda dan bergegas menuju pantai untuk pulang ke-jawa. Sesampainya dipantai kami langsung naik ke perahu motor yang bersandar di bibir pantai pulau mengerikan ini, perasaan pun lega seiring dengan melajunya perahu kami menjauh dari pulau itu dan dengan selamat pula kami sampai dirumah masing-masing.

TAMAT

By: M. Zacky ubaid

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s